Jasa Membuat Blog


Dulu Anti-Islam, Kini Membela Islam

DULU Anti-Islam, Kini Membela Islam. Dalam sejarah, ungkapan tersebut antara lain berlaku bagi Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid. Keduanya sangat membenci Islam, memusuhi Nabi Muhammad Saw, dan memerangi kaum Muslim.

Hidayah datang. Keduanya masuk Islam, lalu berbalik membela Islam dan kaum Muslim sepenuh hati dan membasmi kaum kafir.

Tentu bukan hanya Umar dan Khalid yang mengalami hal demikian. Kaum kafirin Quraisy lainnya juga demikian. Awalnya membenci Risalah Islam dan Nabi Muhammad, lalu mendapatkan hidayah dan berbalik membela Islam.

Sejarah terus berulang. Kini juga banyak orang yang tadinya memusuhi Islam, lalu mendapatkan hidayah, dan berbalik 180 derajat dengan membela Islam.

Peristiwa teraktual yang mendapatkan perhatian media soal "Dulu Anti-Islam, Kini Membela Islam" ini, antara lain terjadi di Belanda dan Swiss.

Politisi Anti-Islam Belanda: Arnoud van Doorn

Arnoud van Doorn
Arnoud van Doorn adalah politisi Belanda dari Partai Kebebasan Belanda pimpinan Geert Wilders yang sangat anti-Islam. Van Doorn pun menjadi produser sekaligus penyebar film Fitna yang berisi penistaan terhadap Al-Quran, Nabi Muhammad, dan Islam.

Kebenciannya terhadap Islam, justru membuatnya "penasaran" tentang agama ini. Ia pun mendalaminya. Hidayah datang. Ia masuk Islam. Tahun ini ia menunaikan ibadah haji.

Van Doorn mengatakan, ia berada di tempat-tempat suci untuk menebus dosa-dosanya. “Saya berharap air mata penyesalan ini akan mencuci segala dosa yang saya buat,” katanya kepada Saudi Gazzete (18/10).

Ia menegaskan, film Fitna benar-benar salah dan berisi banyak informasi yang menyesatkan tentang Islam. “Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi Saw. Saya memikirkan kesalahan besar. Semoga Allah memaafkan saya,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai tanda penebusan, ia akan memproduksi sebuah film baru yang akan menunjukkan esensi sejati dari Islam dan kepribadian yang benar tentang pribadi agung Nabi Muhammad Saw.

Tentang keputusannya masuk Islam, ia mengatakan kepada TV Al-Jazeera bahwa hal itu merupakan keputusan yang sangat besar yang saya tidak dianggap enteng,” kata Arnoud Van Doorn kepada TV Al-Jazeera.

Kabar tentang keislaman Doorn pertama kali muncul ke permukaan bulan lalu ketika ia memposting kata “awal baru” di akun twitternya. Dia kemudian memposting tweet dalam bahasa Arab berupa kalimah syahadat. Sang politisi lalu mengumumkan bahwa dirinya masuk Islam.

“Orang-orang dekat saya mengetahui bahwa saya telah aktif meneliti Al-Qur’an, Hadis, Sunnah, dan tulisan-tulisan lainnya (tentang Islam) selama hampir satu tahun sampai sekarang,” katanya. “Selain itu, saya telah banyak ngobrol dengan umat Muslim tentang agama mereka.”

Ketika usai melaksanakan umrah pertamanya, kepada Saudi Gazzete, Van Doorn mengatakan akan bekerja keras melindungi hak-hak Muslim di Eropa juga akan menyebarkan pesan Islam ke seluruh dunia.

Politisi Anti-Islam Swiss: Daniel Streich

Daniel Streich
Sebelum menjadi Muslim, politisi Swiss, Daniel Strech, merupakan pihak yang paling getol menolak keberadaan menara masjid di Swiss. Penolakan itu yang mengantarkannya ke puncak kariernya sebagai politisi.

Namun, hidayah datang kepadanya. Ia pun memutuskan menjadi Muslim pada tahun 2006. Publik mengetahui kemuslimannya tiga tahun kemudian. Kini, ia intens mendalami Islam, membaca Alquran, dan menuaikan shalat lima waktu.

Ia tak lagi memikirkan karier politiknya. Ia mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Rakyat Swiss dan kini lebih memilih aktif di masjid.

"Islam menawarkan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup yang penting.Pada akhirnya, saya tidak pernah menemukan dalam agama Kristen," kata Streich seperti dikutip arabnews.com (23/10).

Lepas dari partai sebelumnya, Streich kini berpartisipasi dalam membangun Partai Demokrat Konservatif. Partai ini dipilihnya lantaran menawarkan kebijakan toleransi antar umat beragama. Ia pun mulai aktif berkampanye soal Islam dan Muslim.

Proses kemusliman Streich mirip van Doorn. Kebijakan partainya menentang Islam, justru mendorongnya mempelajari lebih banyak tentang Islam. Allah Mahakuasa. Hidayah turun, dan mereka pun masuk Islam.

Streich mengatakan ia "terpaksa" mengkaji Islam dalam upaya kampanye anti-Islam. Namun, ia terkejut mendapati hal–hal yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.

Setelah masuk Islam, ia aktif ke masjid dan berdakwah. Kini ia mengeritik tumbuhnya sentimen anti-Islam  di Swiss. “Swiss membutuhkan pembangunan masjid dan menara lebih untuk merangkul anak–anak bangsa dari kaum Muslimin," ujar Daniel, berbalik mendukung masjid plus menaranya.

Seperti van Doorn, Streich pun mengundurkan diri dari dunua politik Ia mundur dari Partai Rakyat Swiss, pengusung kampanye larangan menara masjid.

Sekjen Institut Budaya Islam Swiss, Dr Mohammed Karmov, menilai keislaman Strech akan membawa kemaslahatan bagi Islam dan Muslim di Swiss. Karmov membandingkannya dengan kisah Umar bin Khattab.

"Posisi ini mengingatkan kita kepada kisah Umar bin Khattab. Ketika ia pergi untuk membunuh Rasulullah Saw, maka Allah memberikan hidayah kepadanya dan melapangkan dadanya untuk iman. Dan ini menunjukkan bahwa hidayah itu berada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Dan untuk kaum muslimin jangan berputus asa untuk berdakwah kepada non-muslim," katanya.  Allahu Akbar! (www.risalahislam.com).*


You're reading Dulu Anti-Islam, Kini Membela Islam. Please share...!

Previous
« Prev Post

1 Response to "Dulu Anti-Islam, Kini Membela Islam"

Komentar SPAM dan mengandung LINK AKTIF tidak akan muncul.

Back to Top