Jasa Membuat Blog


Untaian Kata Mutiara Hikmah: Penyejuk Hati & Motivasi Amal (1)

Untaian Kata Mutiara Hikmah: Penyejuk Hati & Motivasi Amal (1)
Untaian Kata Mutiara Hikmah: Penyejuk Hati & Motivasi Amal (Bagian 1). Baik untuk disebarkan di Status Facebook & Twitter.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al-Baqarah:277).

"Bentengilah (lindungi keberkahan) hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit dengan bersedekaah, dan persiapkan doa untuk menghadapi (menghindari) datangnya bencana" (HR. Ath-Thabrani).

"Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” [Imam Syafi’i]

“Salah satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya.” (Hasan al-Bashri).
"Sesungguhnya bisa jadi ada seorang yang senantiasa berjihad walaupun tidak pernah menyabetkan pedang -di medan perang- suatu hari pun.” (Hasan al-Bashri).

"Al-Qur’an itu diturunkan untuk diamalkan, akan tetapi orang-orang justru membatasi amalan hanya dengan membacanya.” (Hasan al-Bashri).

"Sesungguhnya orang yang benar-benar faqih/paham agama adalah yang senantiasa merasa takut kepada Allah ‘azza wa jalla.” (Hasan al-Bashri).

"Tidaklah memahami agamanya orang yang tidak pandai menjaga lisannya.” (Hasan al-Bashri)

"Kekayaan hakiki adalah kekayaan hati; dan kemiskinan sejati adalah kemiskinan hati. Siapa yang memiliki kekayaan hati, maka kondisi duniawi apa pun yang dialaminya tidak akan mendatangkan kemudharatan baginya. Sebaliknya, siapa yang miskin hati, maka apa pun yang melebihi isi dunia, tidak akan pernah mencukupinya." (HR. Ibnu Hibban).

"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia” [HR. Tirmidzi dan Thabrani].

"Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm : 32). Tafsir Ibnu Katsir: "Jangan kalian puji diri kalian (membanggakan diri) dan bersyukur pada diri kalian serta menyanjung-nyanjung amalan kalian.

“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’:39).

“Janganlah kamu berputus asa dari rezeki selama kepalamu masih bisa bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tidak mempunyai baju, kemudian Allah memberikan rezeki kepadanya. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
"Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma'ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahyi munkar (mencegah perbuatan buruk), serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla (HR. Tirmidzi).

“Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya persangkaan (buruk itu) adalah perkataan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan dan keburukan orang lain, janganlah kalian saling dengki (iri/hasad), jangan saling berpaling (bermusuhan), dan saling marah. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari).

“Tiap pagi Allah SWT Menurunkan dua malaikat ke bumi. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak (dermawan)”. Yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya (pelit)” (HR Bukhari)

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad).

“Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya.” (HR. Al-Bukhari).

“Tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman(takjub) seseorang kepada dirinya sendiri (‘Ujub)” (HR. Thabrani).

“Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri secara berlebihan, niscaya Allah SWT akan menjatuhkan martabatnya.” (Imam Syafi’i).
"Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku (beribadah) maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu." (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah .a.)

"Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas .a.)

Dosa penghalang rezeki. "… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki kerana dosa yang dibuatnya." (Riwayat at-Tirmizi)

"Orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah . Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram." (Ar-ra'd: 28)

"Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah ) daripadanya." (Riwayat al-Hakim dan ad-Dailami).

"Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu." (Riwayat Bukhari).

"Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Manakala kejahatan pula boleh menggelapkan rupa, menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki dan makhluk lain mengutuknya." (Ibnu Abbas).

"Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain (sedekah), niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya." (Riwayat ad-Daruquthni dari Anas .a.)

"Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahi nikmat-Ku kepadamu, dan demi sesungguhnya jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku amat keras." (Ibrahim: 7).

"Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang." (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab .a.)

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271).

"Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

"Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

"Sedekah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')

"Dinar (harta) yang paling utama adalah dinar (harta) yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar (harta) yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah, dan dinar (harta) yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim).
“Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

“Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

“Siapa yang tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi. Dan siapa yang tidak mau memaafkan, maka ia tidak akan dimaafkan (diampuni).” (HR Ahmad)

"Berbuatbaiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang, agar Anda akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkannya, dan dari mengasihi anak yatim.” (Dr. Aidh Al-Qorni, La Tahzan).
"Seorang mukmin (yang benar-benar imannya) tidak akan suka menuduh, melaknat, tidak berkata kotor, dan tidak mencela” (HR Tirmidzi).

Orang beriman pasti dermawan, murah hati, tidak kikir, karena "Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba kekikiran dan keimanan." (HR. Ath-Thalayisi). Wallahu a'lam.

"Allah Swt menurunkan wahyu kepada Nabi Daud a.s.: "Hai Daud, gembirakan orang-orang yang berdosa, dan peringatkan kepada orang-orang siddiq." Nabi Daud a.s bertanya: "Bagaimana menggembirakan orang-orang yang berdosa dan mengancam orang-orang yang siddiq?" Allah Swt berfirman: "Gembirakan orang-orang yang berdosa bahwa tidak ada dosa yang tidak dapat Aku ampuni dan peringatkan pada orang siddiq supaya mereka tidak berbangga (sombong) dengan amal perbuatan mereka karena bila Aku tegakkan keadilan-Ku dan perhitungan-Ku pada seseorang pasti binasa." (Tanbihul Ghofilin). (www.risalahislam.com, dari berbagai sumber).*

You're reading Untaian Kata Mutiara Hikmah: Penyejuk Hati & Motivasi Amal (1). Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Untaian Kata Mutiara Hikmah: Penyejuk Hati & Motivasi Amal (1)"

Komentar SPAM dan mengandung LINK AKTIF tidak akan muncul.

Back to Top