Pengertian Kafir secara Bahasa, Istilah, dan Menurut Islam

Related Posts

Pada kajian sebelumnya, kita sudah bahas tiga golongan manusia (muslim, kafir, munafik). Kali ini kita bahas pengertian kafir secara bahasa, istilah, dan menurut Islam.

Pengertian Kafir

Orang yang memilih agama selain Islam, ditolak oleh Allah SWT.

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (QS. 3:85).

Pengertian Kafir secara Bahasa

Dalam bahasa Indonesia, kafir adaah orang yang tidak percaya kepada Allah Swt. dan rasul-Nya (KBBI).

Dalam bahasa Arab, kāfir (كافر) artinya adalah menutup kebenaran, menolak kebenaran, atau mengetahui kesalahan tapi tetap menjalankannya.

Kata kafir merupakan ism fa'il (kata pelaku) dari kata kafara-yakfuru-kufr

Dalam al-Qur’an, kata "kafir" (plural: kafirin, kafirun) ini disebutkan sebanyak 525 kali dengan makna a.l. menutupi, melepaskan diri, menghapus, dan denda karena melanggar salah satu ketentuan Allah swt. 

Dari beberapa arti di atas, menurut al-Asfahani dan Ibn Manzur, yang dekat kepada arti secara istilah adalah menutupi dan menyembunyikan. 

Ensiklopedia al-Qur’an menyebutkan, "kafir" adalah lawan daripada "iman". Kafir yaitu pengingkaran terhadap Allah Swt., pengingkaran kepada para Nabi dan Rasul, serta semua ajaran yang mereka bawa, dan pengingkaran kepada hari akhir.

Macam-macam orang kafir

Menurut Eksiklopedia al-Qur’an, jenis-jenis orang kafir ada lima.

1. Kufur Juhud

Kufur Juhud adalah orang yang ada pengakuan terhadap Tuhan di dalam hati, tetapi tidak diringi dengan ucapan. 

Kekafiran seperti ini, telah ada sebelum kerasulan Muhammad Saw seperti yang terdapat di dalam kisah Fir’aun.

"Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata". Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (QS An-Naml:13-14)

Kekafiran semacam itu, juga ada pada kafir Mekkah dan Yahudi di Madinah, misalnya menceritakan kaum Yahudi yang mengingkari kerasulan Muhammad karena bukan dari keturunan mereka.

2. Kafir Ingkar

Kufur ingkar yakni kafir terhadap Allah Swt., para Nabi dan Rasul, serta semua ajaran-Nya, dan hari akhir. 

Kafir seperti ini sama dengan zalim dan fasik. Sebab siksaan untuk mereka terkait dengan prilaku zalim dan fasik yang mereka lakukan sebagaimana dalam QS al-Ahqaf/46: 20.

"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; Maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Ciri yang dominan pada kekafiran ini adalah pendustaan ayat-ayat Allah Swt., sombong, mempertuhankan hawa nafsu, dan tidak mempercayai mukjizat. 

Pada dasarnya Kufur Ingkar mempunyai persamaan dengan Kufur Juhud, terutama pada penolakan terhadap kebenaran Tuhan. perbedaannya terletak pada posisi pelakunya, kafir Juhud karna kesombongannya, sedangkan kafir Ingkar karna ketidakyakinannya akan kebenaran.

3. Kafir Nifaq

Yang dimkasud Kufur Nifaq adalah pembenaran dengan ucapan namun diingkari dengan hati. Kekafiran seperti ini, merupakan kebalikan dari kafir Juhud.

Imam al-Asfahani mengartikannya masuk agama melalui pintu yang satu, dan keluar dari pintu yang lain. Imam al-Tabatabai mengartikannya dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. 

Munafik digolongkan kafir karena pengingkarannya secara terselubung. gejala ini terlihat pada priode sebelum hijrah dan menonjol setelah hijrah ke Madinah. orang kafir yang seperti ini ketika shalat selalu bermalas-malasan dan tidak khusyu’.

4. Kafir Syirik

Kafir Syirik yakni mempersekutukan Allah dengan makhluk atau menyembah selain Allah Swt (mengingkari keesaan Allah atau tauhid). 

Mereka tidak menampik adanya Tuhan sebagai pencipta Alam, tetapi mempercayai bahwa ada Tuhan selain Allah Swt baik itu berbentuk materi atau nonmateri. yang menurut mereka dapat mendatangkan manfaat bagi manusia. 

Berbuat Syirik merupakan dosa besar dan tidak diampuni dosanya oleh Allah swt. firman-Nya dalam QS al-Nisa’/4: 48.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

5. Kafir al-Irtidad

Yakni kafir yang keluar dari agama Islam dan menjadi kafir (Murtad) karena sebelumnya mereka juga telah Kafir. 

Dalam al-Qur’an disebutkan, kafir yang seperti ini jika meninggal, maka akan mati dalam kekafiran. Sebagaimana dalam QS al-Baqarah/2:217.

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. katakanlah: "berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjid al-Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka. Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (QS. An-Nisa : 137).

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ ٱلْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ ٱفْتَدَىٰ بِهِۦٓ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ


"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Ali 'Imran 3:91).

Demikian Pengertian Kafir secara Bahasa, Istilah, dan Menurut Islam. Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

You're reading Pengertian Kafir secara Bahasa, Istilah, dan Menurut Islam. Mari sebarkan kebaikan. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Pengertian Kafir secara Bahasa, Istilah, dan Menurut Islam"

Komentar SPAM dan mengandung LINK AKTIF tidak akan muncul.

Contact Form

Name

Email *

Message *