Mengenal LDII yang Masjidnya Dipel Jika yang Sholat Bukan Anggota

Tagar #LDII jadi tending topic di Twitter, Rabu (16/10/2019). LDII adalah singkatan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Mengenal LDII yang Masjidnya Dipel Jika yang Sholat Bukan Anggota

Hashtag LDII trending berawal dari adanya warganet di Twitter yang baru saja sholat di sebuah masjid, dan dipel lantainya oleh salah satu perwakilan masjid.

“Di masjidku aku bebas sholat, di masjid orang, aku abis sholat dipel juga pernah… Aku tanya lhoooo kenapa ini ngga dikasi tau alasannya, cuma diem aja pergi…” tulisnya.

Sejumlah followernya menimpali kalau itu adalah LDII. “Kalo ini sih LDII wqwq”.

Cerita lantai masjid tempat shalat orang yang non-LDII dipel bukan cerita baru. Faktanya memang demikian, meski pihak LDII sering berdalih memang saatnya masjid dibersihkan.

Membersihkan bekas shalat orang bukan anggota LDII bisa diktakan "ciri khas" kelompok ini. Hal itu menimbulkan dugaan, mereka menganggap selain anggota LDII --meskipun muslim-- adalah kotor bahkan najis.

Gegara hal itu pula, misalnya, Masjid LDII pernah nyaris dibakar warga.

"Penyerangan ke Masjid LDII berawal dari isu yang beredar di tengah masyarakat. Warga sekitar menuding jemaah LDII adalah golongan eksklusif, tidak mau bergaul, dan tertutup. Mereka juga menuduh Masjid LDII hanya boleh dipergunakan oleh kelompoknya. Bahkan, beredar kabar yang menyebutkan kalau ada umat Islam salat di masjid itu, jemaah LDII pasti akan segera mengepel lantai masjid tersebut. Warga percaya dengan sas-sus yang menyatakan bahwa di luar jemaah LDII adalah kafir."

Pihak LDII, tentu saja, membantahnya.

Laman PP Muhammadiyah menegaskan:

"LDIl pemah ditetapkan sebagai aliran sesat, karena dianggap reinkarnasi dari Islam Jamaah. Butir kesesatannya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDll ini adalah paham takfir, yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisannya dianggap sebagai orang kafir."

Siapa LDII?

Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Mengutip Wikipedia, Lembaga Dakwah Islam Indonesia berdiri pada 1 Juli 1972 di Kota Kediri, Jawa Timur, dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI) sesuai Akta Notaris Mudijomo tanggal 27 Djuli 1972 tentang Pembetulan Akta Tanggal 3 DJanuari 1972 Berisi Pembentulan Tanggal Pendirian LEMKARI.

LDII didirikan Drs. Nur Hasyim, Drs. Edi Masyadi, Drs. Bahroni Hertanto, Soetojo Wirjo Atmodjo BA., Wijono BA.

Pada Musyawarah Besar (Mubes) tahun 1981 namanya diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI).

Pada Mubes tahun 1990, atas dasar Pidato Pengarahan dari Sudarmono, SH. dan Jenderal Rudini kala itu, serta masukan baik pada sidang-sidang komisi maupun sidang Paripurna dalam Musyawarah Besar IV LEMKARI tahun 1990, nama organisasi diubah dari yang awalnya Lembaga Karyawan Dakwah Islam (disingkat LEMKARI) yang sama dengan akronim LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia), menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (disingkat LDII).

Sumber lain menyebutkan, LDII didirikan oleh Nur Hasan Ubaidah Lubis, sekitar tahun 1951 di desa Burengan Banjaran, Kediri, Jawa Timur.

Organisasi juga ikut memberikan dakwah islam. Salah satu yang jadi permasalahan adalah terkait muslim non-LDII yang salat di masjid LDII harus dipel atau dibersihkan.

Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan, LDII hanyalah organisasi dan tidaklah berbeda dengan islam lain. Mengenai mengepel lantai masjid setelah salat, dikatakannya bukanlah termasuk penghinaan terhadap orang Non-LDII.

“Ada jadwalnya untuk mengepel lantai masjid jadi bukanlah untuk menyinggung atau apa. Kalau ada yang bilang orang Non LDII harus dipel lantainya setelah salat di masjid LDII dijamin itu LDII jaman dulu,” katanya.

Penyimpangan LDII 

LDII adalah kelompok sempalan dalam Islam. Mereka meyakini kelompok mereka sendiri yang paling benar. Pemerintah "membiarkan" mereka karena LDII biasanya merapat kepada rezim penguasa.

Seorang mantan anggota LDII memberikan kesaksiannya, sebagaimana dikutip laman Nahi Munkar.

Disebutkannya, paham-paham di LDII yang menyimpang antara lain mengkafirkan yang tidak mau berbaiat dan bergabung dengan jamaahnya, karena pengkafiran ini lahirlah ijtihad imamnya seperti:

  • tidak boleh shalat berjamaah dengan selain jamaah mereka.
  • tidak boleh nikah dengan selain mereka.
  • kalo gak jamaah mereka gak boleh mewaris harta.
  • wajib berdusta untuk menjaga kelangsungan ajarannya, wajib hanya mengaji ke jamaahnya saja.
  • gak boleh bertanya agama kepada selainnya.
  • gak boleh baca buku agama selain dari yang diterbitkan oleh jamaahnya saja.

Disebutkan juga, anggota LDII wajib setor "upeti bulanan" sebesar 10% dari penghasilan. Wajib tobat dengan menulis surat tobat ke imamnya dengan menyertakan uang tebusan.

Saat disinggung paradigma baru LDII yang menurut mereka tidak lagi terkategori sebagai aliran sesat, mantan anggota LDII ini menjawab:

"Dusta, mereka wajib merahasiakan ajaran aselinya. Mereka sebut itu bithonah. Persis seperti taqiyyah-nya Syiah. Bukti kedustaannya ada di Nasehat Adam Sekjen FRIH."

Ia juga mengingatkan, mayoritas isi situs resmi LDII isinya adalah dusta dan politik pencitraan. "Demikian juga video mereka di youtube. Itu bukan ajaran aselinya. Akan selalu begitu," katanya.

Kesesatan LDII

Kesesatan LDII juga dikupas laman Konsultasi Syariah. Disebutkan, landasan ideologi LDII adalah menjadi kelompok ekstrim eksklusif, hingga menganggap sesat atau bahkan kafir semua orang yang berada di luar kelompoknya, dan klaim hanya mereka yang pasti masuk surga.

Dalam salah satu makalah LDII dinyatakan:

“Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/ 97, halaman 8).

Kemudian, keterangan Imam LDII dalam teks yang berjudul ”Rangkuman Nasehat Bapak Imam” di CAI (Cinta Alam Indonesia, semacam jambore nasional khusus untuk muda mudi LDII) di Wonosalam, Jombang tahun 2000. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman), dinyatakan,

“Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini.” (CAI 2000, Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI Wonosalam, poin ke-20)

Read more https://konsultasisyariah.com/22465-mengapa-ldii-sesat.html

Mengenal Komunitas Crosshijaber, Pria Berbusana Muslimah

Kalangan Muslimah di Kota Bandung, Jawa Barat, diresahkan dengan kemunculan kelompok crosshijabers. Ini profil mereka yang perilakunya dinilai menyimpang oleh ulama dan psikolog.

Mengenal Komunitas Crosshijaber, Pria Berbusana Muslimah
Crosshijaber yang mengunggah fotonya di media sosial.*


Crosshijaber adalah kelompok pria yang terobsesi menjadi perempuan sehingga mengenakan pakaian, berdandan layaknya perempuan, dan mengenakan hijab panjang serta gamis layaknya kaum muslimah, bahkan lengkap dengan cadar.

Selain itu, mereka berusaha berbaur bersama kaum wanita, seperti di masjid-masjid saat berlangsungnya pengajian atau kajian keislaman.

Kehadiran crosshijaber di Kota Bandung diketahui dari beberapa unggahan foto yang viral di media sosial. Foto tersebut diambil tepat di barisan atau shaf shalat perempuan.

Para lelaki yang mengenakan pakaian perempuan ini kerap berkeliaran di sejumlah masjid.

Istilah crosshijaber diambil dari crossdressing yang merujuk pada pria mengenakan gaun wanita dan tampil dengan make-up. 

Crosshijaber jadi sensasi setelah sebuah akun Twitter mengunggah thread tentang keberadaan komunitas tersebut.

Crosshijaber bahkan memiliki komunitasnya di Facebook dan Instagram. Dari tangkapan layar Insta Story, terpampang wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang, dan ada yang memakai cadar.

Crosshijaber, Perilaku Menyimpang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan perbuatan komunitas crosshijaber adalah penyimpangan.

"Jelas menyimpang, dan itu bisa jadi memang laki-lakinya, ya kayak seperti seorang laki-laki yang menyerupai perempuan, 'kan seperti itu menyimpang," ujar Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, Minggu (13/10/2019).

"Yang benar, si laki-laki itu harus ditegaskan dalam sebuah lingkungan sosial untuk tetap dia menjadi dan mengembangkan jiwa kelelakiannya. Jangan dibiarkan dia mengembangkan jiwa keperempuanannya," imbuhnya.

MUI meminta fenomena ini dicegah agar tak makin kebablasan dan berkembang. Masduki menyatakan tidak dibenarkan laki-laki menyerupai kaum perempuan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, meminta polisi segera menyelidiki kelompok crosshijaber atau akun media sosialnya. 

Polisi juga bisa menyelidiki motif di balik crosshijaber. Dia juga menyatakan crosshijaber menyimpang dari agama.

Perilaku Seksual Transvestisme

Fenomena para pria yang menggunakan hijab ini dikaitkan dengan gangguan perilaku seksual transvestisme.

Transvestisme adalah gangguan perilaku seksual yang membuat seseorang berpakaian atau mengenakan aksesori yang berlawanan dengan jenis kelaminnya untuk tujuan tertentu. Perilaku berpakaian seperti lawan jenis ini dikenal juga dengan nama crossdressing.

Psikolog klinis Personal Growth Ni Made Diah Ayu Anggreni menjelaskan, terdapat dua motif seseorang berperilaku crossdressing seperti crosshijaber yakni dengan dorongan seksual dan tanpa motif seksual.
"Kenapa fenomena ini bisa muncul untuk motif perindividu harus ditelusuri satu persatu. Bisa karena ikut-ikutan saja, bisa karena kelainan seksual transvestisme," katanya, Senin (14/10/2019).

Transvestisme merupakan salah bentuk gangguan perilaku seksual parafilia atau ketertarikan seksual pada hal yang tidak biasa atau tabu. 

Ayu menyebut terdapat dua faktor yang menyebabkan seseorang mengalami transvestisme yaitu faktor psikologi dan neurobiologis.

Secara psikologis, hal ini dapat disebabkan kecemasan untuk menghilangkan stres, dipicu pengalaman masa lalu seperti kekerasan seksual, atau berbarengan dengan gangguan parafilia lainnya seperti ekshibisionis. Sedangkan neurobiologis berhubungan dengan hormon yang dimiliki oleh seseorang.

Hingga saat ini, prevalensi orang dengan transvestisme masih belum diketahui.

"Dari jurnal yang saya baca prevalensinya bisa diketahui. Tapi, ketika ada gerakan yang muncul, orang yang memiliki kepercayaan yang sama bisa muncul," tutur Ayu.

Menurut Ayu, kehadiran komunitas crosshijaber membuat orang-orang tersebut berani muncul ke publik seperti datang ke masjid atau ikut ke pengajian.

"Karena dalam tidak lagi dikenal identitas pribadi. Mereka menjadi lebih berani dan menganggap hal itu benar," ucap Ayu.

Crosshijaber yang disebabkan oleh gangguan perilaku seksual tranvestisme ini dapat ditangani dengan perawatan yang tepat. 

Para ahli seperti dokter, pskiater, dan psikolog akan mencari tahu motif dan penyebabnya. Setelah itu, akan diberikan tindakan seperti psikoterapi, obatan-obatan, atau gabungan keduanya. (detik.com/cnnindonesia.com).*

Doa Menjelang Aksi Demonstrasi & Doa Nabi Musa Sebelum Hadapi Fir'aun

Doa Menjelang Aksi Demonstrasi

Aksi demonstrasi tengah marak dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di berbagai kota, termasuk di Jakarta.

Aksi demo mahasiswa besar-besaran berlangsung Senin (23/9/2019) dan menurut rencana berlanjut hari ini dan hari-hari ke depan, hingga aspirasi tersampaikan dan dipenuhi, khususnya soal UU KPK dan RKUHP.

Agar diberi keselamatan dalam aksi unjuk rasa, para demonstran dianjurkan berdoa sebelum turun ke jalan.

Doa menjelang demo

Doa menjelang demo, menurut Imam besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar bisa menggunakan bahasa Indonesia. 

Intinya, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan saat terjadi unjuk rasa.

"Berdoa bahasa Indonesia saja ungkapan hati kepada Allah SWT supaya kita diamankan. Wartawan, polisi dan mahasiswa semua aman melaksanakan tugasnya dengan baik. Gunakan bahasa Indonesia tidak apa-apa. Allah maha tahu dan maha mendengar," kata Nasaruddin dilansir detikcom, Senin (23/9/2019).

Sebelum berdoa dengan bahasa kita, sesuai dengan apa yang kita minta, Nasaruddin menganjurkan doa menelang aksi demonstrasi ini sebaiknya diawali dengan membaca surat Al-Fatihah.

"Al-Fatihah itu intinya Alquran. Membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan doa kita. Ini bisa dilakukan ketika niat pengobatan, hajat serta permintaan jodoh," katanya.

Terkait doa ini dikutip dalam buku berjudul Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykur dan Jejen Musfah, mengutip Hadis Tirmidzi, bahwa Allah akan mengabulkan doa muslim yang berdoa.

"Tidaklah seorang Muslim berdoa dimuka bumi ini, melainkan Allah pasti akan mengabulkan sebagaimana yang ia pinta; atau Allah memalingkan daripadanya suatu kecelakaan selama ia tidak mendoakan sesuatu yang mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, " (HR. Tirmidzi).

Doa Nabi Musa 

Selain itu, karena aksi demonstrasi mirip "presentasi" karena berupa penyampaian aspirasi, demonstran juga bisa menggunakan doa Nabi Musa a.s. menjelang aksi demonstrasi.

Do’a ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam ucapan serta dimudahkan untuk bisa memahamkan orang lain.

Do’a ini terdapat dalam Al-Quran

 رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28).

Doa Nabi Musa Sebelum Hadapi Fir'aun

Doa itu dipanjatkan Nabi Musa setelah ia diperintahkan Allah SWT untuk menghadapi Fir’aun (Raja Mesir).

اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى

“Pergilah kepada Fir’aun; Sesungguhnya ia telah melampaui batas“. (QS. Thaha: 24). 

Fir’aun sungguh telah melampaui batas dalam kekafiran, berbuat kerusakan, ia benar-benar telah menunjukkan kesombongan yang nyata di muka bumi, dan ia pun menindas orang-orang yang lemah. 

Doa Nabi Musa di atas juga bisa diucapkan menjelang pidato atau public speaking lainnya, seperti presentasi, juga sidang skripsi, wawancara kerja, penyuluhan, dan sejenisnya. Intinya, agar tidak grogi, lancar, dan audiens paham.

Demikian doa menjelang aksi demonstrasi dan lainnya. Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Peringatan bagi yang Suka Upload Foto Makanan di Media Sosial

Peringatan bagi yang Suka Upload Foto Makanan di Media Sosial
Upload makanan atau minuman ke akun media sosial menjadi fenomena di era internet sekarang. Ternyata, pamer makanan di media sosial itu buruk, baik dari sisi mental maupun agama.

Dalam sebuah unggahan video di instagram, yaikh Dr. Shalih Al-Ushoimi menyatakan sebagai berikut:

Maka apabila seorang hamba memiliki beberapa kurma atau makanan yang sedikit berupa nikmat Allah, dia akan ditanya tentang nikmat tersebut pada hari kiamat.

Lantas bagaimana dengan keadaan manusia sekarang ini. Mereka berlezat-lezatan dengan berbagai macam makanan dan minuman.

Bagaimana pula dengan keadaan mereka saat ini, yang mana mereka berbangga-bangga dengan mengupload foto makanan tersebut.

Mereka menyebutkan nama-nama makanan tersebut beserta jumlahnya di media sosial.

Perkara apa yang paling besar dibanding pertanyaan untuk orang-orang ini (pada hari kiamat) yang mereka memamerkan nikmat ini, sehingga mereka lupa untuk bersyukur kepada Allah.

Mereka juga lupa akan nasib orang-oran faqir. Apabila seseorang diberi nikmat oleh Allah, maka hendaklah ia menikmatinya secara syar'i.

Di antara cara mengambil suatu hukum tentang halal dan haram ialah berhati-hatilah dari menghancurkan hati-hati (perasaan) orang-orang faqir.

Dari sisi mental, menurut ahli kejiwaan di Women’s College Hospital di Toronto, Kanada, Dr. Valerie Taylor, telalu banyak mengambil foto makanan bisa menjadi pertanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itu disebabkan mereka yang memiliki kebiasaan memfoto makanan dan mengunggahnya menjadikan makanan sebagai elemen inti dalam interaksi. Dengan kata lain, orang di sekitarnya akan diabaikan.

Beberapa pasien Taylor yang mengalami gangguan tersebut selalu membicarakan tentang makanan, entah apa yang dimakan, kapan makan, dan apa yang akan dimakan.

Ia juga menambahkan bahwa memfoto makanan juga bisa menjadi penyebab gangguan pola makan. Hal itu didukung oleh argumen dari salah satu ahli medis. Ia mengatakan bahwa melihat foto-foto makanan bisa menambah berat badan.

Studi dari tim University of Southern California menguatkan argument tersebut. Dalam studi yang dilakukan tahun 2012 itu dinyatakan bahwa melihat foto makanan dapat merangsang otak untuk makan secara berlebihan.

Josh Ozersky, seorang penulis artikel makanan, mengingatkan bahwa dengan sering mengunggah foto makanan di medsos akan merusak privasi kita. Pasalnya, apa yang kita makan dan siapa yang menemani kita makan menjadi diketahui publik. (www.risalahislam.com).*

PERINGATAN BAGI YG SUKA UPLOAD FOTO MAKANAN DI SOSIAL MEDIA

Contact Form

Name

Email *

Message *