Doa Menjelang Aksi Demonstrasi & Doa Nabi Musa Sebelum Hadapi Fir'aun

Doa Menjelang Aksi Demonstrasi

Aksi demonstrasi tengah marak dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di berbagai kota, termasuk di Jakarta.

Aksi demo mahasiswa besar-besaran berlangsung Senin (23/9/2019) dan menurut rencana berlanjut hari ini dan hari-hari ke depan, hingga aspirasi tersampaikan dan dipenuhi, khususnya soal UU KPK dan RKUHP.

Agar diberi keselamatan dalam aksi unjuk rasa, para demonstran dianjurkan berdoa sebelum turun ke jalan.

Doa menjelang demo

Doa menjelang demo, menurut Imam besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar bisa menggunakan bahasa Indonesia. 

Intinya, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan saat terjadi unjuk rasa.

"Berdoa bahasa Indonesia saja ungkapan hati kepada Allah SWT supaya kita diamankan. Wartawan, polisi dan mahasiswa semua aman melaksanakan tugasnya dengan baik. Gunakan bahasa Indonesia tidak apa-apa. Allah maha tahu dan maha mendengar," kata Nasaruddin dilansir detikcom, Senin (23/9/2019).

Sebelum berdoa dengan bahasa kita, sesuai dengan apa yang kita minta, Nasaruddin menganjurkan doa menelang aksi demonstrasi ini sebaiknya diawali dengan membaca surat Al-Fatihah.

"Al-Fatihah itu intinya Alquran. Membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan doa kita. Ini bisa dilakukan ketika niat pengobatan, hajat serta permintaan jodoh," katanya.

Terkait doa ini dikutip dalam buku berjudul Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykur dan Jejen Musfah, mengutip Hadis Tirmidzi, bahwa Allah akan mengabulkan doa muslim yang berdoa.

"Tidaklah seorang Muslim berdoa dimuka bumi ini, melainkan Allah pasti akan mengabulkan sebagaimana yang ia pinta; atau Allah memalingkan daripadanya suatu kecelakaan selama ia tidak mendoakan sesuatu yang mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, " (HR. Tirmidzi).

Doa Nabi Musa 

Selain itu, karena aksi demonstrasi mirip "presentasi" karena berupa penyampaian aspirasi, demonstran juga bisa menggunakan doa Nabi Musa a.s. menjelang aksi demonstrasi.

Do’a ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam ucapan serta dimudahkan untuk bisa memahamkan orang lain.

Do’a ini terdapat dalam Al-Quran

 رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28).

Doa Nabi Musa Sebelum Hadapi Fir'aun

Doa itu dipanjatkan Nabi Musa setelah ia diperintahkan Allah SWT untuk menghadapi Fir’aun (Raja Mesir).

اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى

“Pergilah kepada Fir’aun; Sesungguhnya ia telah melampaui batas“. (QS. Thaha: 24). 

Fir’aun sungguh telah melampaui batas dalam kekafiran, berbuat kerusakan, ia benar-benar telah menunjukkan kesombongan yang nyata di muka bumi, dan ia pun menindas orang-orang yang lemah. 

Doa Nabi Musa di atas juga bisa diucapkan menjelang pidato atau public speaking lainnya, seperti presentasi, juga sidang skripsi, wawancara kerja, penyuluhan, dan sejenisnya. Intinya, agar tidak grogi, lancar, dan audiens paham.

Demikian doa menjelang aksi demonstrasi dan lainnya. Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post