Keutamaan Bulan Safar dan Amalan Sunahnya dalam Islam

Keutamaan Bulan Safar dan Amalan Sunahnya

BULAN Safar (سفر) adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah setelah Muharram dan sebelum bulan Rabiul Awal atau "Bulan Mulud" (Maulid Nabi Saw). Berikut ini Keutamaan Bulan Safar dan Amalan Sunahnya.

Pengertian Safar

Secara bahasa, Safar berarti "melakukan perjalanan". Orang yang melakukan safar disebut dengan musafir.


Safar dalam bahasa Arab juga berarti "kosong". Pengertian Safar yang ini mengacu pada era pra-Islam di mana banyak rumah-rumah kosong karena orang-orang keluar (melakukan perjalanan) untuk mengumpulkan makanan.


Kata Safar juga diterjemahkan menjadi "siulan angin". Hal ini merujuk pada cuaca, karena Safar menjadi bulan yang paling berangin di sepanjang tahun. 


Dalam Islam, mereka yang sedang dalam keadaan safar (melakukan perjalanan) diberikan keringanan dalam melakukan ibadah shalat. 


Keringanan yang didapatkan antara lain dapat meringkas salat (Qashar), yakni mengurangi jumlah raka'at salat yang tadinya 4 raka'at menjadi 2 raka'at (Dzhuhur, Ashar, Isya).


Musafir juga dapat melakukan dua salat pada satu waktu (Jamak/digabungkan), baik diawal (Taqdim) maupun diakhir (Takhir). 


Yakni pasangan salat Dzuhur dengan Ashar dikerjakan di waktu dzuhur (Taqdim) atau diwaktu Ashar (Takhir) atau pasangan salat isya dan maghrib dikerjakan pada waktu Maghrib atau Isya.

Peristiwa Penting Bulan Safar

Setiap bulan dalam Islam memiliki keutamaan, termasuk Safar. Dalam bulan ini, ada beberapa peristiwan penting dalam sejarah Islam.


1. Muhammad Saw Menikahi Siti Khadijah


Menurut Sirah Nawabiyah Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri, pernikahan Muhammad Rasulullah Saw dengan Siti Khadijah binti Khuwalid terjadi di bulan Safar. Ini juga mematahkan mitos atau khurafat bahwa Safar bulan sial.


2. Pernikahan Fatimah-Ali


Rasulullah Saw juga menikahkan puterinya, Fatimah binti Muhammad, dengan Ali bin Abi Thalib, juga pada bulan Safar.


3. Perang Al-Abwa


Terjadi pada bulan Safar tahun 12 Hijriah, Perang Al-Abwa terjadi untuk menaklukkan kafilah Quraisy, tetapi tidak berhasil.


Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah Saw berpesan pada pemimpin Bani Dhamrah, agar tidak saling berperang dan tidak membantu lawan.


Perang al-Abwa atau Waddan adalah pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad. Penyergapan Kafilah berlangsung 623-624, yang kemudian menyebabkan Perang Badar.


4. Tragedi Ar Raji’


Dalam tragedi Ar-Raji', terdapat kisah pengkhianatan dari dua kabilah Bani ‘Afdhal dan al-Qaaroh yang terjadi di suatu tempat bernama Ar Raji’.


5. Tragedi Bi’ir Ma’munah


Peristiwa ini terjadi usai tragedi Ar-Raji’, tepatnya pada bulan Safar tahun 4 Hijriah. Yakni terjadinya sebuah peperangan antara Amir dan sekutunya dengan utusan Rasulullah Saw.


Pada akhirnya, semua utusan terbunuh, kecuali Ka’ab bin Zaid an-Najjar yang saat itu mengalami luka.

Amalan Sunah Bulan Safar

Dalam buku 12 Bulan Mulia, Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, tidak dibenarkan untuk mengkhususkan amalan sunah apa pada bulan Safar.


Tidak ada waktu yang baik ataupun waktu sial. Seluruh waktu merupakan ciptaan Allah dan di dalamnya dijadikan sarana untuk manusia beraktivitas.


Rasulullah Saw juga menegaskan, dalam Islam tidak dikenal bulan sial dan sejenisnya.


"Tidak ada thiyarah (merasa sial dengan sebab adanya burung tertentu atau hewan-hewan tertentu), tidak ada hamah (merasa sial dengan adanya burung gagak), dan tidak ada pula merasa sial pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).


Rasulullah Saw dan para sahabat tidak mengkhususkan amalan sunah selama bulan Safar, seperti berpuasa. Islam juga tidak mengenal "mandi safar" dan sejenisnya. 


Demikian Keutamaan Bulan Safar dan Amalan Sunahnya dalam Islam. Wallahu a'lam bish-shawabi.


Sumber:

  • https://www.republika.co.id/berita/qz5sa3366/bulan-safar-dan-peristiwa-besar-yang-terjadi-di-dalamnya/
  • https://news.detik.com/berita/d-5178377/keutamaan-bulan-safar-dan-doa-yang-bisa-diamalkan/
  • https://www.suara.com/news/2021/09/07/195541/6-peristiwa-penting-di-bulan-safar-dalam-sejarah-islam/


Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post