Doa Buka Puasa

Doa Buka Puasa
Doa Buka Puasa.

Membaca doa ketika berbuka puasa hukumnya sunah, tidak wajib.

Membaca doa buka puasa tidak masuk dalam rukun atau syarat sah puasa.

Karenanya, baca doa mana saja dalam berbuka puasa, tidak ada larangan, bebas memilih doa yang ada, bahkan sekadar baca basmalah pun baik adanya.

Doa Buka Puasa

Berikut ini doa buka puasa yang populer di masyarakat.

DOA PUASA 1

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ  وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” 

(Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).


DOA PUASA 2

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ.

"Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah"

(Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki)

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa, 'Aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabaz zhama'u wabtallatil urqu wa tsabatal ajru, insya Allah" (HR Abu Dawud).

Ada perdebatan tentang kedua doa di atas. Doa buka puasa 1 disebutkan sebagai lemah, haditsnya dhoif, sedangkan doa puasa kedua 2 haditsnya shahih.

Perdebatan tersebut harus dihentikan karena doa buka puasa itu hukumnya sunah, tidak wajib, jadi hakikatnya bebas doa apa saja, asalkan baik, bahkan hanya dengan baca basmalah pun itu baik.

Demikian ulasan ringkas tentang doa buka puasa. Wallahu a'lam. (www.risalahislam.com).*

5 Pemain Muslim Terlibat di Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool

5 Pemain Muslim Terlibat di Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool
KOMPETISI sepakbola di benua Eropa musim 2017-2018 bakal ditutup dengan pertandingan final Liga Champions (UEFA Champions League)  Real Madrid vs Liverpool di Kiev, Ukraina, Sabtu 26 Mei 2018.

Ada lima pemain Muslim yang terlibat dalam laga final yang akan berlangsung di bulan puasa Ramadhan ini.

Para pemain Muslim ini pun menghadapi dilema apakah akan tetap berpuasa pada hari final Liga Champions atau tidak berpuasa.

Kubu Real Madrid  memiliki dua pemain Muslim, yakni Achraf Hakimi (Maroko) dan Karim Benzema (Prancis).


Kubu Liverpool memiliki tiga pemain Muslim, yakni Emre Can (Jerman), Sadio Mane (Senegal), dan Mohamed Salah (Mesir).

Mohamed Salah dikabarkan tetap menjalani puasa meskipun harus mengikuti latihan bersama timnya untuk mempersiapkan laga final Liga Champions. Dia juga disebut tetap akan berpuasa pada hari pertandingan melawan Real Madrid.

Dilansir media Mesir El-Ahly, Salah tetap akan melakukan ibadah puasa sebelum kick-off pertandingan sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau setelah berbuka puasa.

Salah mengakui berpuasa sambil berlatih dan bertanding merupakan sesuatu yang berat. Apalagi dengan waktu puasa yang panjang dan musim panas yang tengah melanda Eropa.

"Ramadhan sedikit lebih sulit bagi saya karena kami memiliki dua sesi latihan setiap harinya, cuaca juga sangat panas dan saya bermain di setiap laga," ujarnya.

5 Pemain Muslim di Final Liga Champions 2017-2018
  1. Achraf Hakimi (Real Madrid/Maroko) 
  2. Karim Benzema (Real Madrid/Prancis).
  3. Emre Can (Liverpool/Jerman)
  4. Sadio Mane (Liverpool/Senegal)
  5. Mohamed Salah (Liverpool/Mesir).
Sumber: Daily Mail/The Guardian

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama
Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama.

Kementerian Agama RI merilis daftar 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan. Ke-200 nama penceramah ini dinilai berkompeten dan memiliki reputasi baik.

Abdullah Gymnastiar (AA Gym), Alwi Shihab, Dedeh Rosidah (Mamah Dedeh), Mahfud MD, Muhammad Din Syamsuddin, dan Yusuf Mansur masuk di antara 200 mubalig tersebut.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, nama-nama mubalig diseleksi terlebih dahulu dengan masukan dari tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi para mubalig tersebut, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama mumpuni, reputasi baik, dan berkomitmen kebangsaan tinggi.

Ditegaskan, Kementerian Agama baru merilis 200 daftar nama mubalig. Jumlah daftar ini akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak.

Jika masyarakat ingin memberi masukan tentang mubalig lain yang pantas masuk dalam daftar, bisa berkirim pesan WhatsApp melalui nomor 0811-8497-492.

Daftar 200 mubaligh ini bisa dilihat langsung di laman resmi Kemenag.

Daftar 200 Mubalig Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama.

Dirilisnya daftar nama mubalig tersebut mendapat reaksi beragam dari masyarakat, apalagi Kemenag tidak memasukkan nama-nama ulama/mubalig yang dikenal kritis terhadap pemerintah, seperti Ustadz Abdul Somad dan Ustadz T Zulkarnain.

Bahkan, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Fahmi Salim, menyatakan menolak namanya dimasukkan dalam daftar “200 Penceramah” versi Kementerian Agama yang dirilis hari Jumat, 18 Mei 2018 itu.

“Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air,” dalam akun Instagramnya @fahmisalimz, hari Sabtu (18/05/2018).

“Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai. Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan umat,” ujarnya.

Dalam penjelasannya pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat ini juga mengatakan, dirinya menerima pencoretan namanya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian sejak tahun 2017, bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.

Ia mengatakan, selain daftar muballigh yang dirilis pemerintah ini berpotensi menimbulkan fitnah, seharusnya domain ini adalah wilayah Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan pemerintah.

“Saya yakin di luar daftar 200 itu banyak sekali ulama dan muballigh yang sangat mumpuni ilmu agamanya, baik reputasinya dan sangat tinggi kecintaan kepada bangsanya. Tidak elok hanya 200 itu saja yang layak dijadikan rujukan umat.

Catatan lain, urusan ini lebih tepat domainnya MUI karena bersentuhan langsung dengan dakwah keumatan. Jika dirilis oleh pemerintah nanti akan banyak ditafsirkan macam-macam yang tidak baik.”

Ia menambahkan, kecintaan dirinya kepada negara dan bangsa ini tidak perlu diteriakkan dan diatur-atur.

“Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan. Silakan simak isi khutbah, ceramah, dan tausiyah kajian saya, wawancara di media online dan cetak, bahkan di seminar atau konferensi yang saya ikuti,” paparnya dikutip hidayatullah.com.*

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol
BINTANG Liverpool, Mohamed Salah, biasa melakukan sujud usai selebrasi mencetak gol ke gawang lawan.

Pesepakbola asal Mesir ini sering melakukan sujud bersama pemain Muslim Liverpool lainnya, Sadio Mane.

Sujud syukur usai mencetak gol menjadi hal biasa di kalangan pemain Muslim. Bahkan, para pemain Tim Nasional Indonesia sudah terbiasa melakukan sujud usai mencetak gol.

Media internasional berbasis di Amerika Serikat, CNN, mencoba menanyakan arti sujud kepada Mo Salah.

"Tidak. Ini tidak mencium tanah," kata Salah dikutip BolaSport.com dari CNN's Inside the Middle East.

"(Sujud) itu seperti berdoa atau mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas apa yang telah saya terima, tapi ya, itu hanya berdoa dan berdoa untuk menang. (Saya) selalu melakukannya sejak saya kecil, di mana pun," jelasnya.*

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol

Contact Form

Name

Email *

Message *