Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama
Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama.

Kementerian Agama RI merilis daftar 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan. Ke-200 nama penceramah ini dinilai berkompeten dan memiliki reputasi baik.

Abdullah Gymnastiar (AA Gym), Alwi Shihab, Dedeh Rosidah (Mamah Dedeh), Mahfud MD, Muhammad Din Syamsuddin, dan Yusuf Mansur masuk di antara 200 mubalig tersebut.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, nama-nama mubalig diseleksi terlebih dahulu dengan masukan dari tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi para mubalig tersebut, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama mumpuni, reputasi baik, dan berkomitmen kebangsaan tinggi.

Ditegaskan, Kementerian Agama baru merilis 200 daftar nama mubalig. Jumlah daftar ini akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak.

Jika masyarakat ingin memberi masukan tentang mubalig lain yang pantas masuk dalam daftar, bisa berkirim pesan WhatsApp melalui nomor 0811-8497-492.

Daftar 200 mubaligh ini bisa dilihat langsung di laman resmi Kemenag.

Daftar 200 Mubalig Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama

Daftar 200 Mubalig (Penceramah) Rekomendasi Kementerian Agama.

Dirilisnya daftar nama mubalig tersebut mendapat reaksi beragam dari masyarakat, apalagi Kemenag tidak memasukkan nama-nama ulama/mubalig yang dikenal kritis terhadap pemerintah, seperti Ustadz Abdul Somad dan Ustadz T Zulkarnain.

Bahkan, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Fahmi Salim, menyatakan menolak namanya dimasukkan dalam daftar “200 Penceramah” versi Kementerian Agama yang dirilis hari Jumat, 18 Mei 2018 itu.

“Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air,” dalam akun Instagramnya @fahmisalimz, hari Sabtu (18/05/2018).

“Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai. Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan umat,” ujarnya.

Dalam penjelasannya pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat ini juga mengatakan, dirinya menerima pencoretan namanya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian sejak tahun 2017, bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.

Ia mengatakan, selain daftar muballigh yang dirilis pemerintah ini berpotensi menimbulkan fitnah, seharusnya domain ini adalah wilayah Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan pemerintah.

“Saya yakin di luar daftar 200 itu banyak sekali ulama dan muballigh yang sangat mumpuni ilmu agamanya, baik reputasinya dan sangat tinggi kecintaan kepada bangsanya. Tidak elok hanya 200 itu saja yang layak dijadikan rujukan umat.

Catatan lain, urusan ini lebih tepat domainnya MUI karena bersentuhan langsung dengan dakwah keumatan. Jika dirilis oleh pemerintah nanti akan banyak ditafsirkan macam-macam yang tidak baik.”

Ia menambahkan, kecintaan dirinya kepada negara dan bangsa ini tidak perlu diteriakkan dan diatur-atur.

“Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan. Silakan simak isi khutbah, ceramah, dan tausiyah kajian saya, wawancara di media online dan cetak, bahkan di seminar atau konferensi yang saya ikuti,” paparnya dikutip hidayatullah.com.*

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol
BINTANG Liverpool, Mohamed Salah, biasa melakukan sujud usai selebrasi mencetak gol ke gawang lawan.

Pesepakbola asal Mesir ini sering melakukan sujud bersama pemain Muslim Liverpool lainnya, Sadio Mane.

Sujud syukur usai mencetak gol menjadi hal biasa di kalangan pemain Muslim. Bahkan, para pemain Tim Nasional Indonesia sudah terbiasa melakukan sujud usai mencetak gol.

Media internasional berbasis di Amerika Serikat, CNN, mencoba menanyakan arti sujud kepada Mo Salah.

"Tidak. Ini tidak mencium tanah," kata Salah dikutip BolaSport.com dari CNN's Inside the Middle East.

"(Sujud) itu seperti berdoa atau mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas apa yang telah saya terima, tapi ya, itu hanya berdoa dan berdoa untuk menang. (Saya) selalu melakukannya sejak saya kecil, di mana pun," jelasnya.*

Mohamed Salah Jelaskan Makna Sujud Usai Selebrasi Gol

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Seluruh Kota di Indonesia Resmi Kemenag RI.


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M


Marhaban Ya Ramadhan! Ramadhan segera tiba. Awal Puasa Ramadhan 1439 H insya Allah Kamis 17 Mei 2018.

Berikut ini Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M untuk wilayah DKI Jakarta dan Kota Bandung. Jadwal Puasa Ramadhan Kota lainnya di Indonesia bisa dilihat di Jadwal Imsakiyah Kemenag RI.

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Jakarta

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Jakarta

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Kota Bandung


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Kota Bandung 
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M Kota Bandung

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M untub kota lainnya, selain di link Imsakiyah Kemenag di atas, juga bisa dicek di jadwal shalat berikut ini. Pilih Kota Anda.

Jadwal Shalat & Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M

jadwal-sholat

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M harus dimiliki agar kita bisa berpuasa tepat waktu. Tepat mulai awal waktu puasa, yakni saat masuk waktu shalat Subuh, dan tepat waktu sekaligus segera berbuka saat masuk waktu shalat Maghrib.

Baca Juga: Panduan Puasa Ramadhan

Pengertian Imsak & Imsakiyah

Jadwal Pengertian Imsak & Imsakiyah
Secara bahasa, imsak adalah saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum; berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang mem-batalkan puasa mulai terbit fajar sidik sampai datang waktu berbuka (KBBI).

Imsak berasal dari bahas Arab yang artinya menahan, yakni menahan diri dari hal yang membatalkan puasa.

Dari kata Imsak itu terbentuk kata Imsakiyah yang merujuk pada jadwal puasa.
Umumnya, waktu imsak dipahami sebagai batas waktu antara sahur dan mulai dari puasa.

Di Indonesia, waktu imsak yaitu 10 menit sebelum waktu shalat Subuh. Adanya waktu imsak ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga, agar tidak "bablas".

Jadi, sebenarnya, saat 10 menit sebelum Subuh, kita masih boleh sahur (makan/minum) karena belum masuk waktu puasa/waktu subuh. Sekali lagi, waktu imsak hanya untuk berjaga-jaga.

Imsak sendiri sudah bermanka puasa, karena sudah menahan diri dari makan-minum atau hal lain yang membatalkan puasa.

Zaman Rasulullah Saw dan para sahabat tidak ada istilah imsak.  Al-Quran juga dengan tegas menyebutkan, batas waktu mulai puasa itu sejak terbitnya fajar. 

وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

"Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa." (QS Al-Baqarah: 187)

Dalam hadits shahih, riwayat Bukhari (hadits no. 1919), dari ‘Aisyah r.a., bahwasanya Bilal mengumandangkan adzan pada suatu malam. Kemudian Rasulullah Saw,

كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan. Sesungguhnya dia tidaklah mengumdanngakan adzan hingga fajar terbit.”

Berdasarkan hal tersebut, barangsiapa yang mengetahui terbitnya fajar shadiq (fajar subuh) dengan menyaksikan langsung atau melalui kabar dari orang lain, maka dia wajib meninggalkan makan minum alias mulai berpuasa, hingga tiba waktu shalat Magrib (untuk berbuka puasa).

Imsakiyah biasa menjadi patokan waktu sahur. Sahur sendiri disunahkan karena mengandung berkah, antara lain membuat fisik jadi kuat saat berpuasa.

“Senantiasalah umatku berada dalam kebaikan (Puasa) selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (HR. Imam Ahmad dari Abu Zarr ra)

“Ummatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur” (H.R. Imam Ahmad dari Abu Zarr r.a.).

Arti Imsak Imsakiyah Puasa Ramadhan
Diriwayatkan dari Anas, Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Kami telah makan sahur bersama-sama Nabi Saw., kemudian baginda bangun mengerjakan salat. Anas bertanya kepada  Zaid, ‘Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu?’ Dia menjawab, ‘Sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat.’”

Hadis ini menunjukkan bahwa jarak atau interval waktu antara bersahurnya Rasul saw. dan azan Subuh adalah kira-kira 50 ayat. Itu artinya Rasul saw. tidak lagi makan sahur sampai berkumandangnya azan subuh.

Rasulullah saw. sahur dan berhenti kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat Alquran sebelum masuk waktu subuh. Inilah yang dipahami oleh para ulama kita, sehingga menetapkan sunnah berimsak sekitar waktu yang dibutuhkan untuk pembaca 50 ayat Alquran tersebut yang diperkirakan setara dengan 10–15 menit.

Demikian Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M dan Sholat Lima Waktu untuk seluruh wilayah Indonesia. Wasalam. (www.risalahislam.com).*

Awal Puasa Ramadhan 1439 H Diprediksi Sama Kamis 17 Mei 2018 M

Awal Puasa Ramadhan 1439 H Diprediksi Sama Kamis 17 Mei 2018 M
Awal Puasa Ramadhan 1439 H Diprediksi Sama Kamis 17 Mei 2018 M.

AWAL puasa Ramadhan 1439 H diprediksi sama atau serentak Kamis 17 Mei 2018. Demikian pula Idul Fitri 1 Syawal 1439 H sama-sama Jumat 15 Juni 2018.

Prediksi awal Ramadhan dan Hari Lebaran itu dikemukakan Tim Ahli Hisab dan Rukyat Laboratorium Ilmu Falak IAIN Madura berdasarkan data hisab dari berbagai metode hasil observasi anjungan Gedung Baru IAIN Madura.

Diprediksi, ijtima‘ atau konjungsi (bulan mati) akan terjadi antara pukul 18:30 hingga 18:50 WIB pada Selasa 15 Mei 2018. Posisi matahari akan terbenam di Pamekasan pada pukul 17:18 WIB.

"Insya’ Allah tahun ini mayoritas umat Islam di Indonesia akan memulai puasa secara serentak,” kata salah satu Tim Ahli Hisab dan Rukyat Laboratorium Ilmu Falak IAIN Madura, Hosen, kepada wartawan, Senin (30/4/2018).

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah juga diprediksi akan digelar serentak di seluruh Indonesia. 

"Untuk Idul Fitri insya’ Allah akan dirayakan bersama-sama pada Jumat Legi, 15 Juni 2018. Mengingat ijtima’ akhir Ramadan akan terjadi pada Kamis Kliwon, 14 Juni 2018 pukul 2:45 WIB,” jelasnya.


Sebelumnya, Muhammadiyah mengumumkan awal Puasa Ramadan mulai 17 Mei 2018 dan Lebaran 15 Juni 2018

Melalui rilis resminya, PP Muhammadiyah mengumumkan secara resmi awal puasa, awal Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis 17 Mei 2018.

Hasil hisab Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tertulis, ijtima' akhir bulan Sya'ban terjadi pada Selasa 29 Sya'ban 1439 H - 15 Mei 2018 pukul 18.50'.28" WIB.

"1 Ramadhan 1439 H jatuh hari Kamis Pahing, jatuh pada 7 Mei 2018," ujar tutur pimpinan pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga memprediksi awal puasa Ramadhan tahun ini akan jatuh pada tanggal yang sama.

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, awal puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tak akan ada perbedaan antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam.

"Awal Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini akan seragam. Awal puasa 17 Mei dan Idul Fitri 15 Juni (2018)," ujar Thomas, Senin (16/4/2018). 

Bahkan, kata Thomas, sampai tahun 2021, awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha akan bersamaan.

"Insya Allah sampai 2021 awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah akan seragam," ungkap Thomas. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama seperti biasa akan menentukan dan mengumumkan secara resmi awal Ramadhan melalui Sidang Isbat bersama berbagai perwakilan ormas Islam. (Antara/Republika Online/Jawa Pos).*


Contact Form

Name

Email *

Message *