Berlindung dari Setan Jin dan Manusia - Tafsir QS An-Nas

Berlindung dari Setan Jin dan Manusia - Tafsir QS An-Nas
Berlindung dari Setan Jin dan Manusia - Tafsir QS An-Nas

SETAN (syaithon) adalah musuh nyata manusia. Tugas utama setan di dunia ini adalah menggoda atau mengajak manusia agar menjauhi perintah Allah SWT dan melanggar larangan-Nya.

Cara setan menggoda atau membujuk manusia ke jalan kesesatan adalah dengan membisikkan godaan dan rayuan itu kepada dada manusia secara diam-diam dan terang-terangan.

Dua Golongan Setan

Setan itu terdiri dari dua golongan: jin dan manusia.
  1. Golongan jin tidak kasat mata, kecuali mereka menampakkan diri dalam wujud yang mereka tiru. 
  2. Golongan manusia jelas terlihat, hanya saja hatinya sudah dikuasai setan dan menjadi temannya.
Al-Hasan Al-Bashri  berkata: Kedua-duanya merupakan setan. Setan yang berbentuk jin membisikkan ke dalam dada manusia. Setan yang berwujud manusia maka dia datang secara jelas dan nyata. 

Qatadah berkata: "Sesungguhnya dari golongan jin itu ada setan-setannya, demikian pula dari golongan manusiapun ada setan-setannya, maka hendaklah berlindung kepada Allah dari Setan-setan jenis manusia  maupun dari jenis jin. Inilah yang paling benar dalam penafsiran ayat-ayat yang mulia tersebut."

Allah SWT memerintahkan agar kita berlindung kepada Allah, Rabb yang memelihara dan menguasai manusia.

"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, raja manusia, dan sembahan manusia" (QS. An-Naas).

Ketika menafsirkan QS. An-Naas, Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan:

“Di antara syetan-syetan manusia ada yang membisikkan keragu-raguan dalam hati manusia. Anda akan mendapatkan misalnya, syetan manusia itu menimbulkan keragu-ra­guan tentang iman kepada hari akhirat, menim­bulkan keragu-raguan tentang wajibnya shalat lima waktu, menimbulkan keragu-raguan ten­tang wajibnya shalat berjama'ah, dan sebagainya."

Syekh Ibnu Utsaimin juga menjelaskan dalam Tafsir Juz Amma

"Adapun firman Allah:  (مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ) maksudnya adalah: Sesungguhnya bisikan itu datangnya dari jin, dan bisa jadi datangnya dari anak cucu Adam. Bisikan jin jelas sekali karena jin itu berjalan melalui peredaran darah anak Adam. Bisikan anak cucu Adam alangkah banyaknya mereka yang mendatangi manusia lain, lalu mempengaruhi mereka dengan pengaruh yang dihiasi keindahan, lalu disusupkan ke dalam hati mereka sehingga mengikuti apa yang disampaikan, hingga akhirnya orang itu mengikuti apa yang mereka bisikkan." (Islamqa). 

Setan berwujud jin dan manusia adalah musuh sejati orang-orang beriman.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

"Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia musuh (kalian), sesungguhnya setan itu mengajak para pengikutnya agar menjadi penghuni neraka (sa‘ir) yang menyala-nyala” (QS Fâthir/35:6).


Allah SWT memerintahkan kita agar memohon perlindungan dari gangguan setan hanya kepada-Nya. 

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

Dan katakanlah: “Wahai Rabbi, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan godaan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. (QS Al-Mukminûn/23:97-98).


Doa ini " أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ" adalah doa untuk perlindungan Allah SWT dari gangguan setan jin dan manusia.

Demikian tafsir ringkas QS An-Nas tentang perintah berlindung dari godaan setan yang terdiri dari jin dan manusia. Wallahu a’lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan - Trilogi Risalah Islam

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan - Trilogi Risalah Islam
Iman, Islam, dan Ihsan adalah trilogi risalah atau syariat Islam. 

Iman, Islam, dan Ihsan adalah pokok-pokok ajaran Islam. Trilogi Iman-Islam-Ihsan disebut juga Akidah-Ibadah-Akhlak. 

Iman adalah kepercayaan atau keyakinan. Islam adalah pelaksanaan atau pembuktian keyakinan. Ihsan adalah etika dalam keyakinan dan pengamalannya.

Pelaku iman disebut Mukmin. Pelaksana Islam disebut Muslim. Pengamal Ihsan disebut Muhsin.

Trilogi dan pengertian Iman, Islam, dan Ihsan disebutkan langsung Rasulullah Saw dalam sebuah hadits shahih berikut ini:

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .  

Dari Umar r.a. ia berkata: ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah Saw suatu hari, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. 
Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi Saw lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Saw) seraya berkata: “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?"
Maka bersabdalah Rasulullah Saw: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu."
Kemudian dia berkata: “Anda benar!“. 

Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukan aku tentang Iman“. 

Lalu beliau bersabda: "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." 

Kemudian dia berkata: “Anda benar“. 

Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan aku tentang Ihsan“. 

Lalu beliau Saw bersabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihat engkau.” 

Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. 

Dia berkata: “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “. Beliau bersabda: “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya."

Kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. 

Aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian (Islam)“.

(Riwayat Muslim Hadits Arba’in No. 2. Hadis ini diriwayatlan juga oleh Bukhari, Abu Dawud, at-Turmudzi, Ibnu Majah, Ahmad bin Hambal).
Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan - Trilogi Risalah Islam

Pengertian Iman

Dalam hadits di atas, Rasulullah Saw mengemukakan Rukun Iman (Arkanul Iman), yakni percaya kepada Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari kiamat, dan takdir.

Kata iman berasal dari bahasa Arab, yaitu amana-yu'minu yang artinya percaya atau menerima.

Menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan memperbuat dengan anggota badan (beramal). Tashdiqun bil qolbi ikrarun bil lisan wa 'amalun bil arkan.

Orang beriman disebut mukmin.

Pengertian Islam 

Islam secara bahasa artinya berserah diri dan damai. Islam adalah agama Allah SWT.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (QS. Ali Imran:19).

Kata Islam berasal dari bahasa Arab yaitu aslama yang artinya patuh, pasrah, menyerah diri, atau selamat.

Pemeluk Islam atau orang yang tunduk dan patuh berserah diri kepada Allah disebut Muslim.

Baca: Pengertian Islam menurut Bahasa, Istilah, dan Al-Quran

Pengertian Ihsan

Ihsan berasal dari bahasa Arab yaitu ahsan - yuhsinu - ihsanan yang artinya kebaikan atau berbuat baik.

Menurut istilah, ihsan ialah berbakti dan mengabdikan diri kepada Allah SWT atas dasar kesadaran dan keikhlasan.

Pelakunya disebut Muhsin.

Ihsan atau kebaikan tertinggi adalah seperti disabdakan Rasulullah Saw: "Ihsan hendaknya kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat kamu.” (HR. Bukhari).

Selain dalam hal ibadah kepada Allah SWT, ihsan juga bermakna akhlak atau perilaku baik kepada sesama sebagai pengamalan iman dan Islam. Rasulullah Saw bersabda

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بالله وَاليَومِ الآخرِ ، فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya, barangisiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” (Muttafaq ‘alaih).

Demikian Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan sebagai Trilogi Risalah Islam. Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018: Tata Cara Shalat Khusuf

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018: Tata Cara Shalat Khusuf
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) dan Shalat Gerhana Matahari (Kusuf).

Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi Rabu 31 Januari 2018 malam. 

Umat Islam disunahkan melaksanakan shalat gerhana bulan, yakni shalat khusuf, sejaligus takbir atau dzikir di masjid-masjid.

Menurut rilis Kementerian Agama, awal gerhana bulan total terjadi sekitar pukul 20.00 WIB lewat dan berakhir pukul 21.00 WIB.

Dikutip Antara, Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, dalam keterangan persnya menjelaskan, awal gerhana diperkirakan mulai pukul 20:48 WIT, 19.48 WITA, atau 18.48 WIB, dan puncaknya pada pukul 20.29 WIB, serta berakhir pada pukul 22:11 WIB.

Gerhana bulan total dapat dilihat di area terbuka di malam hari. Bulan purnama tampak meredup lalu berubah memerah sesaat hingga akhirnya bersinar lagi di kegelapan malam.

Menurut BMKG, Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. 

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. 

Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Pengertian Shalat Shalat Gerhana: Kusuf dan Khusuf

Shalat gerhana dalam bahasa Arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan kusuf (الكسوف). 

Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan khusuf sekaligus.

Namun, kalangan ulama membedakan istilah khusuf untuk gerhana bulan dan kusuf untuk gerhana matahari.

Hukum Shalat Gerhana

Hukum shalat gerhana adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) berdasarkan firman Allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya" (QS. Fushshilat : 37)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu" (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

"Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah" (HR. Bukhari).

Cara Shalat Gerhana: Kusuf dan Khusuf

1. Berjamaah 2 Rakaat, 2 Ruku, 2 Sujud
Shalat gerhana bulan ataupun gerhana matahari dikerjakan dengan cara berjamaah di masjid sebagaimana dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat. 

Shalat khusuf dan kusuf dilakukan dua rokaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku' dan 2 sujud. 

"Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat "As-shalatu jamiah". Nabi melakukan 2 ruku' dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku' untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,"Belum pernah aku sujud dan ruku' yang lebih panjang dari ini. (HR. Bukhari dan Muslim)

Teknisnya sebagai berikut:
Tatacara Salat Gerhana sesuai siarah pers Kemenag adalah sebagai berikut.

Rakaat Pertama:
  1. Berniat di dalam hati. 
  2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
  3. Membaca do’a iftitah dan ta’awudz
  4. Membaca surat Al Fatihah 
  5. Membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih); 
  6. Ruku’ sambil memanjangkannya; 
  7. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
  8. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang untuk kedua kalinya.
  9. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya; 
  10. Bangkit dari ruku’ (i’tidal); 
  11. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’
  12. Duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
  13. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama.
Rakaat Kedua:
Sama dengan rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari rakaat pertama dan diakhiri salam.

2. Tanpa Adzan dan Iqamat
Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah". 

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ
"Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

3. Sirr dan Jahr
Namun shalat gerhana ini boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

4. Disunahkan Mandi
5. Khutbah

Dalam shalat gerhana disyariatkan khutbah seperti layaknya khutbah Idul Fithri,  Idul Adha, dan khutbah Jumat, namun disampaikan dalam cara yang tidak seformal khutbah Id dan Jumat, yakni disampaikan seperti ceramah biasa.

أَنَّ النَّبِيَّ لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah" (HR. Bukhari Muslim)

Ada juga pendapat Tidak Disyariatkan Khutbah. Alasannya, pembicaraan Nabi SAW setelah shalat gerhana sekadar memberikan penjelasan tentang fenomene gerhana sebagai salah satu kekuasaan Allah SWT.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah." (HR. Bukhari Muslim)

Demikian Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Matahari --Shalat Khusuf dan Shalat Kusuf. Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Sumber

Learn Quran Tafsir - Mesin Pencari Permudah Umat Pahami Islam

Learn Quran Tafsir - Mesin Pencari Permudah Umat Pahami Islam
Learn Quran Tafsir - Mesin Pencari Permudah Umat Pahami Islam.

Al-Quran adalah sumber utama risalah Islam. Perintah, larangan, dan penjelasan tentang berbagai hal tercantum di dalam kitab suci kaum Muslim ini.

Di era internet, kini makin mudah memahami Al-Quran. Salah satunya dengan menggunakan situs atau aplikasi Mesin Pencari Quran yang bekerja mirip mesin telusur Google bernama Learn Quran Tafsir.

Learn Quran Tafsir merupakan inovasi pembelajaran kitab suci umat Islam "zaman now" dengan cara kerja serupa dengan mesin pencari Google.

"Learn Quran Tafsir ini akan menjadi mesin pencari Quran terbaik dan terlengkap di dunia," kata CEO Learn Quran, Mohammad Sani, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Situs Learn Quran Tafsir dengan alamat http://tafsir.learn-quran.co/id dapat diakses bebas melalui perangkat ponsel cerdas (smartphone0, tablet, dan komputer personal.

Learn Quran Tafsir

Pengguna dapat mencari kosa kata, topik, maupun ayat-ayat tertentu di dalam Quran. Hanya dalam sepersekian detik, akan muncul hasil pencarian dari jutaan kata-kata dalam Quran dan tafsirnya, sebagaimana cara kerja Google.

Misalnya, jika kita cari kata "Islam", maka akan muncul halaman berikut ini:

Learn Quran Tafsir - Mesin Pencari Permudah Umat Pahami Islam


"Uniknya, mesin pencari Quran ini sudah mulai sedikit demi sedikit menerapkan teknologi Artificial Intelligence," kata Mohammad Sani.

Pembuatan Learn Quran Tafsir dilakukan oleh sebuah tim kecil berjumlah empat orang, yaitu Mohammad Sani, Denny Yusuf, Himmatul Aliyah dan Asma Nabila serta ditambah dua orang penasihat.

Dua penasihat itu adalah Alham Fikri Aji, ahli Artificial Intelligence lulusan University of Edinburgh yang pernah bekerja di Apple dan Google, serta seorang ustadz muda lulusan Arab Saudi, Nur Fajri Romadhon, yang berperan sebagai penasihat konten tafsir.

"Proses pengembangannya menghabiskan waktu enam bulan, yakni sejak pertengahan tahun 2017," kata Mohammad Sani.

Ahli tafsir Quran, Dr Amir Faishol Fath, mengatakan, Learn Quran Tafsir bisa menjadi sarana belajar agama bagi umat.

"Learn Quran Tafsir adalah produk luar biasa. Insya Allah dengan alat ini anda bisa dengan mudah mendapat penjelasan tafsir klasik maupun modern," katanya dikutip Antara.*